Rabu, 23 Maret 2011

Pembuatan Susu Kedelai

Bahan:
1/2 gelas kedelai
dua lembar daun pandan
sebungkus vanili
3 sendok makan gula pasir
sedikit garam (kira-kira seujung sendok teh)
sedikit maizena (kira-kira seujung sendok teh)
4 gelas air (satu gelas untuk merendam kedelai dan sisanya untuk merebus kedelai)
Cara membuat:
Rendam kedelai dengan segelas air selama semalam. Setelah itu tiriskan kedelai dan kupas kulit arinya. Kedelai yang sudah dikupas kulit arinya tersebut dicampur dengan semua bahan. Masak sehingga air mendidih. Setelah mendidih adonan didinginkan. Blender semua bahan tersebut kecuali daun pandan. Saring adonan dengan kain. Susu kedelai siap disajikan. Tambahkan es agar lebih nikmat.

Tips:
Menyaring susu kedelai harus dengan kain. Kalau menyaringnya dengan saringan biasa maka serat kedelai masing bisa lolos melewati saringan.

Remaja dan Pergaulan Bebas

Pernah membaca tentang hasil penelitian Komnas Anak tahun 2008? 62,7% remaja SMP sudah tidak perawan lagi. Terus akhir-akhir ini juga dibeberapa majalah dimuat mengenai tulisan tentang fenomena seks di usia remaja. Yang paling mengerikan adalah fakta bahwa ada remaja SMP yang mengaku melakukan hubungan seks di rumahnya sendiri di ruang televise.
                Entah karena kurang perhatian orang tua, sekolah yang kurang dapat mengontrol hal ini atau memang karena tuntutan kemajuan jaman yang memaksa remaja melakukan hal ini? Entahlah. Remaja memang merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa.
                Tugas utamanya adalah pembentukan identitas atau konsep diri., dan membentuknya dengan baik memang tidak mudah. Masalah-masalah remaja seperti ini, sering timbul karena konsep diri remaja juga yang bermasalah. Mengijinkan dirinya melakukan hal ini, merusak diri sendiri karena ia menilai dirinya secara kurang tepat.
                Saat ini sulit menemukan figure yang tepat untuk dijadikan model alias contoh bagi remaja untuk bertindak sebaiknya seperti apa. Hal ini, tampaknya dapat membuat remaja buntu mau harus bergerak kemana.
                Apalagi informasi remaja juga sangat terbatas atas masalah ini. Dan sedihnya lagi, batasan yang kaku tanpa memberikan penjelasan, membuat remaja yang rasa keingintahuannya besar, malah ingin mencoba-coba, jadinya salah juga.
                Beberapa kondisi remaja yang pernah kita lihat, mungkin pula dapat memberikan gambaran kepada remaja kita, ada yang menyedihkan dan adapula yang mengharukan. Di pinggiran Jakarta Barat, masalah seks dengan melegalkannyamenjadi pernikahan dini atas dasar masalah ekonomi yang mendesak, tampaknya sudah biasa. Orang tua di sana malah yang membiarkan anaknya menikah di usia dini agar perekonomian orang tua membaik.
                Di sisi yang lain, di bagian Jakarta Barat yang lain, di daerah elitnya, remaja-remaja berkumpul untuk membahas bahwa pacaran sebaiknya tidak dilakukan dahulu, terkait dengan nilai-nilai budaya dan agama. Guru-guru yang memfasilitasi untuk pembahasan ini. Jangankan bicara mengenai seks secara vulgar, pacaran saja tidak boleh. Tapi apa itu cukup ?
                Ada pula, remaja yang khusus di bawa orangtuanya dari luar negeri untuk dikonsultasikan ke professional, orangtua mulai prihatin karena anaknya pernah pulang hingga larut malam dengan baju yang super minim dan seksi.
                Maka dari itu perlu peran komperhensip dengan adanya campurtangan dari guru dan orangtua untuk menjembatani masalah ini. Karena fenomenanya meski dianggap penting, pendidikan seks bagi remaja ternyata belum terlalu banyak dilakukan. Jarang ada guru yang kreatif yang bisa memfasilitasi hal ini.
                Nah, mengharapkan dari guru saja, sebagai orang tua juga tampaknya tidak sempat. Sumber utama remaja bisa mendapatkan pemahaman yang  tepat mengenai seks hanyalah bisa didapat secara tepat dari orang tua atau keluarga.
                Akan tetapi, biasanya orang tua atau keluarga sendiri yang risih membahasnya. Untungnya, banyak buku-buku  yang jadi pedoman untuk membahas masalah ini. Jadi bukan alasan untuk sulit melakukannya. Mungkin masalahnya, ada waktu tidak untuk membahasnya?

Jumat, 18 Maret 2011

Juara Lomba Karya Ilmiah Biologi Sejatim-Bali 2010 di UNESA

alhamdulillah,. ^_^
memang nikmat Allah tiada henti-hentinya,.
terima kasii ya Allah...


ini awal mula aq menuai kesuksesan di bidang karya ilmiah,.
dari awal orang tua sangat menyarankan agar aq mengikuti ekstra KIR waktu masa SMP,.
tapi betapa linglungnya aq hingga tak menghiraukan kata2 beliau,. :D

--
dan awal mulanya aq mulai tertarik KIR (Karya Ilmiah Remaja) waktu di masa SMA ini,..
iseng2 aq mulai menyukai kegiatan ini,.
berbagai macam lomba KIR ingin selalu aq ikuti,.
udah 7 karya ilmiah yang pernah ku buat tapi cuma 5 yang pernah aq ikut sertakan lomba,.
dan akhirnya 2 karya ilmiah berhasil menembus juara,.
hoorreeee :D

keberhasilan ini bukan karna diriku sendiri,.
tetapi juga dari partner2q yang siiiipppp puuooollll,.. (tidak lupa Allah SWT juga siihh, hehehe)
mereka itu adalah Miftakhul Farikhah dan Iffatu Masrurah A..
ayyooo temen2 terus berkarya lagi,..
terus kompak n keep spirit !!! :)

Kamis, 17 Maret 2011

PENGUMUMAN FINALIS LOMBA KARYA ILMIAH REMAJA (LKIR) KE-41 TAHUN 2009


PENGUMUMAN FINALIS LOMBA KARYA ILMIAH REMAJA (LKIR) KE-41 TAHUN 2009
Berdasarkan Rapat Dewan Juri LKIR Ke-41 Tahun 2009 setelah membaca, menganalisis dengan seksama uraian karya tulis ilmiah, serta mendiskusikannya dengan sesama Anggota Dewan Juri, maka dengan ini kami memutuskan dan menetapkan nama-nama yang tercantum di bawah ini sebagai Finalis Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Ke-41 Tahun 2009.
Dewan Juri LKIR Ke-41 Tahun 2009:
Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan: Dr. Syarif Hidayat (LIPI), Dr. Ninok Leksono (KOMPAS), Dr. Daniel Dhakidaee (LP3ES)
Bidang Ilmu Pengetahuan Alam: Dr. Adi Santoso (LIPI), Dr. Ir. Machmud Thohari (IPB), Dr.rer.nat Hery Haerudin (PERTAMINA)
Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik: Dr. LT Handoko (LIPI), Dr. Yudi Darma (ITB), Dr. Ir. Erzi Agson Gani, M.Eng (BPPT)
Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan 
  1. Nada Hamid Baraja dan Namira Nurmalatya, SMP Al Hikmah Full Day School, Surabaya-Jawa Timur, Judul Karya: Mengungkap Kejanggalan Pemberitaan Media Massa Tentang Desa Pragaan Daya Sebagai Desa Pengemis.
  2. Cholida Firdaus Muhandasa (SMAN 9 Bogor) dan Cholila Djavad Nammah (SMAN 5 Bogor), Kota Bogor, Judul Karya: Tingkat Pengenalan Pelajar Kota Bogor terhadap Toponimi Indonesia
  3. Ikhsan Brilianto, SMAN 1 Yogyakarta, Kota Yogyakarta, DIY, Judul Karya: Prospek Distro sebagai Industri Kreatif di Tengah Penjajahan Produk Luar Negeri
  4. Afrizal, Wafiakmal Miftah dan Lutfi Fachri Muhamad, SMAN 17 Palembang, Sumatera Selatan, Judul Karya: Dibalik Pembangunan Pelabuhan Tanjung Si Api Api, Kontroversi atau Rezeki?
  5. Ferryzco Islamie, Rysti Dwiana Sari, dan Yobelliana, SMAN 1 Muara Enim, Kab. Muara Enim, Sumatera Selatan, Judul Karya: Pentingnya Internet Bagi Remaja Daerah

Bidang Ilmu Pengetahuan Alam
  1. Dio Cesar Alfananda, Gineng Pratidina Permana Sakti dan Jayu Pramudya, SMAN 1 Surakarta, Jawa Tengah, Judul Karya: Influensi Pseudomonas aeruginosa dan Analisisnya terhadap Perubahan Kadar Ion Besi (FE3+)dalam Air
  2. Iffatu Masrura Al Hakimi, Maulidya Rosaline dan Miftakhul Farikhah, SMAN 2 Lamongan, Kab. Lamongan, Jawa Timur, Judul Karya: Pengaruh Ekstrak Doisgenin pada Rimpang Pacing (Costus speciosus (Koenig) J.E. Smith) terhadap Mencit Putih Betina
  3. Zulyana Surimidani dan Shabrina Izazi Anwar, SMP Al Hikmah Full Day School, Surabaya, Jawa Timur, Judul Karya: Efektivitas Minyak Jintan Hitam (Nigella sativa ) dalam Meningkatkan Kecerdasan Tikus Putih
  4. Gede Marta Wahana Putra, Nyoman Virna Uginiari dan I Nyoman Herlian Budiman, SMAN 1 Singaraja, Kab. Buleleng, Bali, Judul Karya: Observasi Siklus Hidup, Perilaku Sosial dan Arsitektur Sarang Lebah Madu (Apis cerana) di Desa Bondalem Kabupaten Buleleng
  5. Darmadi dan Riyawan, SMAN 8 Yogyakarta, Kota Yogyakarta, DIY, Judul Karya: Sedimentologi Daerah Pertemuan Sungai Opak dan Sungai Oyo (Studi terhadap Model Transportasi, Mekanisme Pengendapan, Struktur dan Tekstur Material Sedimen)
Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik
  1. Muh. Wildan Yahya, Ardhy Purwo N., dan Diana Sekar Sari, UPTD SMAN 2 Pare, Kediri, Jawa Timur, Judul Karya: Optimalisasi Produksi Biofuel dari Kelapa (Cocos Nucifera) dengan Pengolahan Bertingkat
  2. Annisa Dejanira P, Risalatul Amanah dan Zidnie Dzakya Urbayani, SMAIT Nur Hidayah, Sukoharjo, Jawa Tengah, Judul Karya: Modifikasi Lesung Tradisional Menggunakan Prinsip Katrol
  3. Fitria Trisna Putri, Laily Immawati dan M. Pandi Alam, Diklat LPI Bina Bangsa, Kab. Jombang, Jawa Timur, Judul Karya: Oven Sakti (Alat Pembuat Telur Asin 48 Jam)

Ciri-ciri wanita sholehah


Ciri-ciri Wanita Sholehah
Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.
Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami
Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?
- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.
- Wajib menutup aurat
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya
- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa
- Berbuat baik kepada ibu & bapa
- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang
- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
- Bersikap baik terhadap tetangga
2. Taat kepada suami
- Memelihara kewajipan terhadap suami
- Sentiasa menyenangkan suami
- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah.
- Tidak cemberut di hadapan suami.
- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur
- Tidak keluar tanpa izin suami.
- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami
- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran
- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya.
- Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik & kecantikannya serta rumah tangga
FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA
—————————————
Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.
Faktor-faktor tersebut ialah:
1) Lupa mengingat Allah
Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.
Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: artinya:
” Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.”
Sabda Rasulullah s.a.w.: artinya:
“Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan.” (Riwayat Tarmizi)
Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.
2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia
Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda.
Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah s.w.t. hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.
Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An’am: artinya:
” Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir.”
3) Mudah terpedaya dengan syahwat
4) Lemah iman
5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk.